Jayapura, 30 Juli 2026 – Komandan Kodaeral X, Mayor Jenderal TNI (Mar) Sugianto, S.Sos., M.M., M.Tr.Opsla., yang diwakili Kepala Dinas Teritorial (Kadister) Kodaeral X Letkol Mar Sapto Putro Pangmungkas, menghadiri kegiatan "Sosialisasi Petunjuk Teritorial di Wilayah Papua Tahun Anggaran 2026" yang diselenggarakan oleh Tim Staf Teritorial (Ster) TNI di Aula Makodam XVII/Cenderawasih, Jayapura. Kegiatan ini diikuti oleh unsur TNI di wilayah Papua sebagai upaya menyamakan pemahaman dalam penyelenggaraan pembinaan teritorial di seluruh matra.
Sosialisasi Petunjuk Teritorial TNI Tahun 2026 bertujuan memberikan informasi mengenai perangkat lunak teritorial terkini yang akan menjadi pedoman bagi Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) maupun Satuan Nonkomando Kewilayahan (Satnonkowil) TNI dalam melaksanakan pembinaan teritorial, baik Binter TNI AD, Binter TNI AL, maupun Binter TNI AU. Melalui kegiatan ini diharapkan terwujud kesamaan persepsi, pola pikir, pola sikap, dan pola tindak seluruh aparat teritorial dalam melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan sesuai tugas dan tanggung jawab di wilayah masing-masing.
Kehadiran Kadister Kodaeral X dalam kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Kodaeral X untuk terus meningkatkan sinergi dan koordinasi antarsatuan TNI dalam memperkuat pembinaan teritorial yang adaptif terhadap dinamika lingkungan strategis, khususnya di wilayah Papua. Dengan adanya petunjuk teritorial yang mutakhir, diharapkan pelaksanaan tugas pembinaan potensi maritim dan pemberdayaan wilayah pertahanan dapat berjalan lebih efektif, terpadu, serta mendukung terwujudnya stabilitas keamanan dan ketahanan nasional.
Di tempat terpisah, Komandan Kodaeral X Mayor Jenderal TNI (Mar) Sugianto, S.Sos., M.M., M.Tr.Opsla., menyampaikan bahwa Sosialisasi Petunjuk Teritorial di Wilayah Papua TA 2026 memiliki peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme aparat teritorial TNI. "Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh personel memiliki pemahaman yang sama terhadap kebijakan dan petunjuk teritorial terbaru sehingga mampu mengimplementasikannya secara optimal di lapangan. Sinergi antarmatra menjadi kunci dalam mewujudkan pembinaan wilayah pertahanan yang kuat, adaptif, dan berkelanjutan demi menjaga keutuhan NKRI, khususnya di wilayah Papua," tegasnya.







